Berita Terkini

Desa Kadilangu, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal – Pelaku usaha lokal memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat desa. Namun, pengembangan usaha tidak hanya berkaitan dengan produk utama yang telah dijual, tetapi juga dapat dilakukan melalui inovasi dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui program KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026, mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan berkolaborasi dalam program multidisiplin Pemberdayaan Pelaku Usaha Lokal Desa Kadilangu.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku usaha di Desa Kadilangu dengan mengenalkan berbagai upaya pengembangan usaha sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing mahasiswa. Kegiatan diarahkan untuk memberikan tambahan pengetahuan serta mendorong pelaku usaha agar dapat mengembangkan produk yang dimiliki sehingga memiliki nilai tambah dan peluang untuk menarik minat konsumen.
Salah satu bagian dari program multidisiplin tersebut dilaksanakan oleh Grace Mayzelin M. I. Wenggi, mahasiswa Biologi, melalui program kerja Pendampingan dan Pengembangan Wedang Uwuh sebagai Menu Tambahan pada Pelaku Usaha Roti Canai Berbasis Potensi Hayati Lokal. Program ini berfokus pada pengembangan menu minuman tambahan yang memanfaatkan bahan-bahan hayati lokal berupa rempah-rempah yang dapat diolah menjadi minuman Wedang Uwuh.
Kegiatan dilakukan melalui pendampingan kepada pelaku usaha lokal roti canai dalam mengenalkan Wedang Uwuh sebagai alternatif menu minuman pendamping. Pengembangan menu ini diharapkan dapat memberikan variasi pilihan bagi konsumen yang datang sekaligus memanfaatkan potensi bahan rempah yang tersedia. Dengan adanya menu tambahan, produk yang ditawarkan oleh pelaku usaha tidak hanya berfokus pada makanan utama, tetapi juga memiliki pilihan minuman yang dapat melengkapi pengalaman konsumen.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut mendampingi proses pengembangan Wedang Uwuh sebagai menu tambahan, mulai dari pengenalan bahan rempah yang digunakan hingga penyajiannya sebagai minuman yang dapat ditawarkan kepada konsumen. Pendampingan dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian menu tambahan dengan produk utama yang telah dijual oleh pelaku usaha lokal.
Pengembangan Wedang Uwuh juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi hayati lokal dalam pemberdayaan pelaku usaha. Rempah-rempah yang digunakan sebagai bahan minuman tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah ketika diolah dan dipasarkan dengan tepat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya berperan dalam memberikan pendampingan, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk melihat peluang pengembangan produk dari potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Kolaborasi antara mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan dan pelaku usaha diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan usaha lokal Desa Kadilangu.
Dengan adanya inovasi berupa Wedang Uwuh sebagai menu tambahan pada pelaku usaha roti canai, kegiatan KKN diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan variasi produk berbasis potensi hayati lokal serta mendukung keberlanjutan dan peningkatan nilai tambah usaha masyarakat Desa Kadilangu.
Penulis: Grace Mayzelin M. I. Wenggi, Prodi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
Dipost : 15 Agustus 2026 | Dilihat : 36
Share :